Khasiat Bunga Matahari

Bunga Matahari memiliki 4 kelompok kultivar yang dibedakan berdasarkan kegunaan dan manfaat nya. Kultivar yang dibuat hanya untuk satu kegunaan tertentu saja.

 
  • Kelompok penghasil minyak, dimanfaatkan minyak bijinya. Biji kelompok ini memiliki cangkang biji yang tipis. Kandungan minyaknya berkisar 48% hingga 52%. Untuk menghasilkan satu liter minyak diperlukan biji dari kira-kira 60 tandan Bunga majemuk.
  • Kelompok pakan ternak, dipanen daunnya sebagai pakan atau pupuk hijau.
  • Kelompok tanaman hias, yang memiliki warna kelopak yang bervariasi dan memiliki banyak cabang berBunga,
  • Kelompok kuaci, untuk dipanen bijinya sebagai bahan pangan.
Manfaat utama Bunga Matahari adalah sebagai sumber minyak, baik pangan maupun industri.
Sebagai bahan pangan, minyak Bunga matahari bermanfaat dan cocok dipakai untuk menggoreng, mengentalkan, serta campuran salad. Minyak Bunga matahari kaya akan asam linoleat, suatu jenis asam lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan manusia.
Kebutuhan industri menginginkan minyak dengan kadar asam oleat yang lebih tinggi. Terdapat kultivar Bunga matahari yang menghasilkan minyak dengan kualitas demikian (mengandung 80% hingga 90% asam oleat, sementara kultivar untuk pangan memiliki hanya 25% asam oleat).

Semua bagian bunga Matahari memiliki khasiat untuk kesehatan. Misalnya, bunganya memiliki efek untuk menurunkan tekanan darah dan sebagai pengurang rasa sakit yang mujarab.
Lalu, bijinya bermanfaat sebagai anti-disentri dan untuk mengobati campak. Daunnya juga memiliki manfaat yang cukup banyak seperti anti-radang, anti-malaria, dan analgesik (penahan rasa sakit).
Begitu juga dengan sumsum batangnya yang memiliki khasiat untuk menambah vitalitas, mengobati liver, alagesik, dan lainnya. Untuk pengobatan pada bagian luar, bunga Matahari dapat dihaluskan kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit. Misalnya, untuk mengobati bisul, radang payudara, dan rematik.
Sedangkan, untuk pengobatan bagian dalam tubuh, biasanya tanaman bunga Matahari dapat direbus dan diminum airnya. Atau, biji bunga Matahari dapat disangrai, ditumbuk halus, dan diseduh dengan air panas.
Biasanya, pengobatan dengan cara itu dilakukan untuk mengatasi sesak nafas, mencegah kanker lambung, kembung, pengobatan sakit maag, disentri, beri-beri, malaria, keputihan, hernia, dan masih banyak lagi.

Sakit Kepala

Jika Anda sedang menderita sakit kepala, alternatif pengobatannya bisa menggunakan bunga Matahari yang direbus bersama satu butir telur ayam (ingat ya, telur ayamnya tidak dipecahkan). Setelah airnya tersisa, lebih kurang satu gelas, minumlah 2 kali sehari setelah makan.

Sakit Reumatik

Reumatik termasuk penyakit yang sukar disembuhkan. Namun, tak perlu risau lagi karena bisa diusahakan penyembuhannya dengan menggodok bagian kepala bunga Matahari. Setelah itu,dapat dibalurkan pada bagian yang sakit.

Mastitis/Peradangan Payudara

Untuk pengobatan, Anda tinggal memotong halus kepala bunga Matahari untuk dijemur. Jika sudah kering, sangrailah untuk kemudian digiling sampai jadi tepung. Ambil sekitar 15 gram, lalu campurkan dengan sedikit arak putih, gula, dan setengah gelas air hangat. Minumlah airnya 3 kali sehari.
Tentu saja, masih ada banyak khasiat lainnya yang bisa didapatkan dari bunga Matahari. Jika Anda tinggal di kawasan yang sejuk, berketinggian sekitar 1000-1.500 meter di atas permukaan laut, sebaiknya menanam bunga Matahari, baik di kebun atau di pelataran rumah. Suatu waktu, jika Anda membutuhkannya, tinggal petik saja. Pengobatan alami yang murah dan mudah, bukan?
Pengingat: Dr. Amarullah H. Siregar, MSc, PhD, seorang ahli naturopati dan homeopati menyatakan bahwa wanita hamil dan yang sedang menyusui tidak dianjurkan untuk mengonsumsi ramuan bunga Matahari.

Bunga yang memiliki nama latin Helianthus annuus L ini, berasal dari tanah Amerika Utara. Di Indonesia sendiri, tepatnya di daerah Jawa, bunga Matahari mulai ditanam sejak tahun 1919.
Tanaman bunga Matahari ditanam di kawasan pegunungan dengan kelembaban yang cukup dan banyak memperoleh sinar matahari secara langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter.
Karena bentuknya yang indah, bunga ini biasanya hanya dijadikan sebagai tanaman hias saja. Namun, seiring dengan kesadaran masyarakat akan banyaknya manfaat yang dihasilkannya, maka sebagian orang sudah mulai memanfaatkannya untuk pengobatan.
Bunganya mengandung helianhoside A-B-C, quercimeritrin, asam echinocysat, dan asam oleanolat. Kemudian, di dalam bijinya juga mengandung prostagladi E, beta sitosterol, asam quinat, asam chlorogenic, dan 3-4 benzopyrine.
Di dalam setiap 100 gram bijinya, terdapat kandungan lemak total seratus yakni terdiri dari lemak jenuh 9,8 dan juga lemak tak jenuh sebanyak 11,7. Sisanya ialah linoleat 72,9 dan sisanya tidak mengandung kolesterol.

Sumber ; Info dari beberapa sumber.

Popular Posts